Beberapa hari setelah posting tentang Think Before Share aku mendapatkan berita yang dapat membuat setiap orang yang membacanya menjadi teringat bagaimana pengorbanan dan susahnya orang tua berjuang untuk keluarga yang dicintainya.

Berita tentang kakek yang  jualan Nasi uduk sampai ketiduran karena tidak ada pelanggan yang membeli dagangan beliau, di usianya yang sudah tua seharusnya kakek tidak bekerja dan tinggal bersama anak dan cucunya, karena suatu hal kakek terpaksa berjualan Nasi uduk sampai larut malam, lelah dan kantuk dilawan demi keluarga yang menanti di rumah. berita ini aku dapat dari akun facebook bernama Hafizah Sari.

Siapa yang menyangka postingan ini bisa menjadi viral ketika post ini ditulis postingan Hafizah sari sudah di bagikan sebanyak 88 ribu kali dan akan terus bertambah seiring waktu, postingan ini juga dibagikan ulang oleh Julia Perez di instagram nya.
A photo posted by Juliaperez (@juliaperrezz) on Oct 21, 2016 at 8:33am PDT
Para pengguna sosial media yang lain pun ikut membagikan dan berkomentar tentang kondisi si kakek, karena ramai dibicarakan banyak orang yang langsung datang ke tenda kakek karena penasaran dan tentunya untuk membeli nasi uduk yang beliau jual, akibatnya tenda si kakek sangat ramai oleh pembeli ada yang rela datang dari jauh hanya untuk membeli nasi uduk dari kakek. Selain itu menurut komentar yang aku baca nasi uduk kakek juga memiliki rasa yang enak tidak kalah dari nasi uduk yang lain.

“ Semur jengkolnya enak tenan dan hanya ada di menu kalau
jengkolnya berkualitas baik, jadi ya beruntung jika pas ke sana ada menu semur jengkol,
sambalnya juga seger “ – Taupik Rahman

Siapa sebenarnya Hafizah Sari ?

Dia adalah seorang pahlawan yang bisa mampu memanfaatkan sosial media dengan benar dan memberikan dampak positif, dengan apa yang dia bagikan di sosial mendi mampu menggerakkan banyak orang untuk berbuat baik. orang seperti inilah yang masih langka di sosial media.

Beginilah seharusnya sosial media digunakan, bukan untuk menebar pesan kebencian, perpecahan bahkan untuk mengadu domba. Tidak bosannya aku mengingatkan kepada teman – teman semua tentang bijaklah dalam menggunakan sosial media, karena yang kamu bagikan di sosial media mewakili bagaimana kepribadianmu.

26 COMMENTS

  1. begitu mulianya hati dari mbak hafizah ya bro bisa memanfaatkan sosmed dengan hal yang positif dan bermanfaat untuk orang lain. andaikan semua orang indonesia seperti mbak hafizah dalam menggunakan sosmed, pasti negara kita akan tenang tanpa ada perselisihan satu dengan yang lainnya

  2. Gue juga salut sama orang yang seperti itu. Gue sebenernya juga pengen memanfaatkan sosial media gue, blog gue untuk hal yang seperti itu. Ternyata emang bener kata Sembilan Band, Hafizah emang gadis yang paling baik.

    Jaman sekarang masih banyak yang kurang bijak memanfaatkan sosmed, ada yang dipake buat mengumbar kemesraan, ada yang dipake buat cari sensasi, ada pula yang buat mencaci maki. Gue juga berharap, semoga gue sendiri dan semua orang makin bijak dalam menggunakan sosmed.

  3. Gue juga sempet tuh ngeliat berita tersebut muncul di beranda sosial media gue . Gue sih cukup kasihan juga . Justru sosial media gini , digunakan untuk mengabarkan saudara yang sedang membutuhkan seperti ini ya ? bukan menyebarkan berita hoax atau berita yang gak penting gitu.

  4. Setuju banget, media sosial tu seharusnya berfungsi sebagai media yang menebarkan jiwa sosial, untuk bersosialisasi, bukan untuk saling membenci atau memaki.
    Suka kasihan sama pengguna medsos yang salah gaul, apa gak kasian sama followers atau friendsnya yang kebagian hal negatif aja.
    Yg kayak gini harus bisa terus disebarluaskan. Biar makin banyak yang saling peduli.

  5. Oohh jadi itu ya progress hasil postingannya. Syukurlah ya happy ending. Banyak sekali mulai bermunculan postingan yg seperti ini. Teman2ku juga rutin mmposting bergiliran kegiatan2 sosial yg bs dilakukan bersama, tentunya mngajak pada kebaikan. Senenglah klo medsos isinya bnyak hal2 yg positif. Bener2 udah ga jaman pake medsos utk hal yg sia sia

  6. Lewat di beranda gue juga. Dan kisah ini membuat hati ini iba melihat kondisi si kakek yang tetap semngat dalam berjualan, hingga tertidur karena tak ada yang beli. Hal yang bener-bener bijak di lakukan oleh Hafizah Sari, dia menyebarkan ini dan akhirnya sampe ke banyak netizen, dan viral.

    Bermedia sosial yang berdampak bagi orang banyak, ini yang seharusnya kita lakukan. Kadang hal begini yang jarang sekali kita lakukan, namun dari berita ini kita dapat belajar supaya lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media.

    Good job Hafizah Sari

  7. Masih sulit sepertinya untuk menemukan sosok hebat seperti Hafizah Sari gitu ya, yang memanfaatkan sosial media dengan share hal yang positif dan membantu sesama. Semoga amal beliau dibalas setimpal.

    Memang beginilah seharusnya sosial media digunakan, bukan malah untuk menyebar hal-hal yang negatif. btw, aku juga jadi pengen nih makan nasi uduk bikinan Kakek itu wkwk.

  8. Mungkin kebanyakan jarang banget yang share hal positif. Jaman sekarang lebih banyak yang di gunain untuk ngemis like, ngeshare foto yang gak jelas, bikin setatus alay dan masih banyak lagi.

    Sosial media seharusnya emang kayak gini, di gunakan untuk hal positif bukan untuk saling adu domba atau nyebarin hal negatif lainnya.

  9. Setuju banget. Jaman sekarang social media banyak digunakan untuk galau-galauan atau black campaign. Padahal social media itu punya kekuatan lebih, potensi lebih, jika digunakan untuk kebaikan. Contoh yg lu sebutin di atas misalnya, hehehe…

  10. Social media itu kaya senjata, tergantung penggunanya punya niat yang baik atau yang buruk. Senjata untuk menghancurkan atau menyelamatkan.

    IMO, seharusnya kakek ini bisa lebih besar lagi warung nasi uduknya jika ada yang bantu ngurus marketingnya.. so sad tho..

  11. Wah bagus nih kalo gitu. Kebanyakan orang-orang lebih fokus untuk mencari hal-hal lucu atau aneh untuk dikomentarin. Kalo semua orang bisa memanfaatkan sosial media dengan baik kayak mbak Hafizah Sari, pasti banyak orang yang bakalan tertolong.

    Padahal cuma posting foto kakek yang lagi ketiduran, tapi bisa rame dalam jangka waktu 3 hari. Berarti kekuatan sosial media emang udah terbukti. Enggak cuma menebar kebencian aja, tapi kebaikan jugaaa.

  12. Nah netizen kaya gini nih yang aku demen.
    Bisa manfaatin Sosial media dengan sebaik-baiknya.
    Ga cuam berkoar-koar dengan sesuatu yang ga guna.

    ku rasa setiaap orang yang punya sosmed harus belajar terlebih dahulu etika bersosmed ria.
    sebagai manusia dizaman milenial harusnya kita bisa memilah dan memilih mana berita yang layak share dan mana berita hoax yang wajib di laporkan.

    Kadang aku suka geram sama netizen yang mau maunya mengucap 'amin' untuk postingan hoax atau yang lebih parah sampai 'Perang' dan saling mengumbar kebencian. miris ih

  13. gue terharu banget baca ini. sampe sampe pengen nangis. tapi enggak bisa keluar air mata. sumpah, nangis tapi gk keluar air mata itu sungguh nyesek. gue terharu karna inget samambokap gitu. walaupun bokap masih jauh lebih muda dari si kakek.
    .
    makasih jga lo nge share ini. ini tandanya elo jadi bagian dalam kebaikan menyebarkan kebaikan.

  14. Setuju banget. Kalo social media digunakan untuk berbuat amal seperti ini, pasti tiap liat wall facebook, hati kita rasanya adem gitu. Ga kayak timeline facebook gua saat ini, yang jadi lokasi perang antara penghuni bumi bulat dan penghuni bumi datar, hadeuhhh…

  15. Menurut saya pribadi, sosial media punya fungsi beda2 tiap orang, selain daripada menyalahgunakan sosial media. Bisa untuk informasi, promosi, sampai eksistensi. Ngga terlalu suka sih sama hal seperti ini, sebenarnya. Jatuhnya bukan membantu, cuma agar tulisannya viral. Tapi, yah itulah, tiap orang beda2. Saya bukan yg terbaik dalam menggunakan sosial media juga~

  16. Sosial media seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif semacam ini. Kebanyakan rakyat Indonesia lupa akan hakikat sosial media yang benar sehingga kadang malah membagikan semua unek-unek bahkan berbagai umpatan.

    Orang seperti Hafizah Sari ini harus dijadikan contoh bagaimana seharusnya kita bersosial media 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here